Laman

Senin, 30 Mei 2011

Peranan Sumber Belajar

I. Pendahuluan
Sejak pertengahan decade 1970-an terdapat perkembangan yang pesat di bidang dan konsep teknologi pendidikan dan teknologi instruksional (pembelajaran) dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, tidak saja di Amerika Serikat tetapi juga di negara-negara lain seperti Canada, Australia, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, dan tentunya juga di Indonesia. Konsep teknologi pendidikan menekankan kepada individu yang belajar melalui pemanfaatan dan penggunaan berbagai jenis sumber belajar.
Guru atau intruktur tersebut berperan terutama sebagai satu-satunya sumber belajar yang paling dominan dalam proses pembelajaran tersebut. Hal ini seringkali berakibat menjadinya proses pemberian pelajaran oleh guru atau instruktur bersifat verbalistis, karena guru sangat dominan menggunakan lambang verbal dalam melaksanakan proses pembelajaran yang umumnya dilakukan melalui penggunaan metode ceramah. Begitu dominannya guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah tersebut sehingga menyebabkan guru kurang mempunyai waktu untuk memberikan bimbingan dan bantuan dalam rangka memberikan kemudahan bagi murid-murid dalam kegiatan belajar mereka.
Di samping makin meluasnya penggunaan sumber belajar dalam proses pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan, peran dan sumbangan teknologi pendidikan lainnya yang paling monumental dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran adalah dilaksanakannya sistem pendidikan terbuka (open learning) atau pendidikan/belajar jarak jauh (distance education). Sebagai jaringan pembelajaran yang bersifat inovatif dalam sistem pendidikan.
Dengan berpegang pada konsep pembelajaran dalam proses pendidikan maka diharapkan setiap siswa maupun guru dapat senantiasa belajar dan menemukan sendiri ataupun atas bantuan orang lain konsep-konsep yang dipelajari. Oleh karena itu maka dibutuhkan beragam sumber belajar yang dapat memberikan suport secara penuh agar pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
Sumber belajar pada dasarnya sangat banyak jumlahnya dan beragam. Keberagaman tersebut akan memberikan dampak positif maupun negatif. Dampak positifnya adalah proses pembelajaran akan berlangsung lebih baik, dimana akan terbentuk pembelajaran aktif, interaktif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM) serta sesuai kebutuhan. Dampak negatifnya, guru memiliki tugas yang tidak mudah dalam menentukan sumber belajar maupun media belajar yang sesuai dengan pembelajaran yang akan diberikan. Terlebih jika ada kendala misalnya guru tidak tahu tentang peta sumber belajar yang dapat dioptimalkan. Dampak lainnya adalah dengan bertambah majunya ilmu pengetahuan dan teknologi di satu pihak banyak memberikan kemudahan bagi manusia, tetapi dilain pihak juga membawa dampak dan permasalahan sendiri.

II. Pembahasan
A. Belajar dan Pembelajaran itu?
Belajar adalah perubahan perilaku karena interaksi antara individu dengan sumber belajar yang meliputi kawasan kognitif, psikomotor maupun afektif. Belajar bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dengan siapa/apa saja dan dapat dilakukan baik secara formal, non-formal ataupun informal.
Dalam sistem pendidikan yang baik dan benar, belajar itu mempunnyai sifat aktif dan terarah yang diwujudkan dalam bentuk tujuan intruksional yang jelas dan operasiona. Menurut Percival dan Ellington dalam psikologi perilaku, belajar adalah yang terjadi karena hubungan yang stabil antara stimulus yang diterima oleh organism secara individual dengan respon yang dilakukannya, baik respon terbuka maupun respon yang tersamar. Tinggi rendah besar kecil dan intensitas respon tersebut tergantung pada tingkat kematangan fisik, mental, dan tendensi yang belajar.
Kegiatan belajar seseorang tak dapat diwakili oleh orang lain, harus dialami sendiri oleh orang yang belajar (pebelajar). Terjadinya proses belajar tak harus selalu ada orang yang mengajar. Peran guru (pemelajar) adalah menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar pada siswa (pebelajar). Kegiatan belajar mengajar sekarang lebih cenderung student center bukan lagi teacher center. Strategi pembelajaran yang digunakan untuk proses pembelajaran pada saat ini adalah strategi pembelajaran konstrutivisme.
B. Belajar dan Sumber Belajar
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. Proses belajar hanya bisa terjadi jika ada interaksi antara pebelajar dengan sumber belajar. Orang (guru) hanya salah satu jenis sumber belajar selain sumber-sumber belajar lain. Tugas utama guru adalah mengupayakan agar siswa dapat berinteraksi sebanyak mungkin dengan sumber belajar.
C. Arti dan Jenis Sumber Belajar
Dalam pasal 1 no 20 Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”. Dari apa yang terdapat dalam Undang-Undang RI tentang Sisdiknas tersebut jelaslah bahwa sumber belajar, di samping pendidik, mutlak diperlukan dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran hanya akan berlangsung apabila terdapat interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar dan pendidik.
Dengan kata lain tanpa sumber belajar, maka pembelajaran tidak mungkin dapat dilaksanakan dengan optimal, karena proses pembelajaran akan terwujud bila terjadi interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Peran pendidik sangat diperlukan dalam memberikan motivasi, arahan, bimbingan, konseling, dan kemudahan (fasilitasi) bagi berlangsungnya proses belajar dan pembelajaran yang dialami oleh peserta didik dalam keseluruhan proses belajarnya. Sedang sumber belajar berperan dalam menyediakan berbagai informasi dan pengetahuan yang diperlukan dalam mengembangkan berbagai kompetensi yang diinginkan pada bidang studi atau mata pelajaran yang dipelajarinya.

Menurut AECT (Association of Education and Communication Technology), “terdapat enam macam sumber belajar yaitu pesan, orang, bahan, alat, teknik dan latar / lingkungan. Keenam sumber belajar tersebut juga merupakan komponen sistem pembelajaran, artinya dalam setiap kegiatan pembelajaran, selalu terdapat keenam komponen tersebut. (1) Pesan, adalah kurikulum atau mata pelajaran yang terdapat pada masing-masing sekolah atau jenjang pendidikan dan yang perlu dipelajari oleh murid; (2) orang, antara lain guru, tutor, pembimbing dan sebagainya adalah yang menyampaikan pesan pembelajaran kepada peserta didik; (3) bahan, adalah program yang memuat atau berisi pesan pembelajaran seperti buku, program video atau audio, VCD dan lain-lain; (4) alat, adalah sarana untuk menayangkan bahan atau program seperti proyektor film, video recorder, OHP, dan sebagainya; (5) teknik, adalah prosedur yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran seperti diskusi, karyawisata, demonstrasi, ceramah, dan sebagainya; (6) latar (settings), yaitu lingkungan di mana belajar dan pembelajaran berlangsung misalnya di kelas, di taman, penerangan dan ventilasi ruangan, dan sebagainya.
Agar dapat berfungsi secara optimal dalam kegiatan belajar dan pembelajaran, sumber belajar tersebut perlu dikembangkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya. Lembaga yang mempunyai tugas untuk mengembangkan dan mengelola berbagai sumber belajar yang secara mutlak diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar dan pembelajaran tersebut adalah “Pusat Sumber Belajar:.
Pusat sumber belajar adalah suatu unit dalam suatu lembaga (khususnya sekolah/universitas) yang berperan mendorong efektifitas serta optimalisasi proses pembelajaran melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang meliputi fungsi layanan (layanan sumber belajar, pelatihan, konsultansi pembelajaran, dll), fungsi pengadaan/ pengembangan, fungsi penelitian dan pengembangan, dll.
Bahan-bahan (sumber belajar) yang akan dikembangkan dan dikelola oleh Pusat Sumber Belajar untuk memberikan kemudahan untuk proses belajar dan pembelajaran dapat dibedakan dalam dua macam yaitu: (1) sumber belajar yang dirancang (Learning Resource by design) dan (2) sumber belajar yang dimanfaatkan (Learning Resource by utilization).

Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design) adalah sumber belajar yang dirancang dengan secara sengaja dan sistematis untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pengembangan bahan atau sumber belajar tersebut diawali dengan suatu kegiatan menganalisis kebutuhan (“need analysis” atau disebut juga “need assessment”), kemudian dilanjutkan dengan perumusan tujuan yang ingin dicapai, menganalisis karakteristik peserta belajarnya, materi yang ingin diberikan, menentukan media yang cocok dengan tujuan dan karakteristik learner, pengembangan program prototipa, uji coba, serta diakhiri dengan revisi. Idealnya, dalam suatu Pusat Sumner Belajar seyogyanya mempunyai koleksi yang memadai bahan-bahan belajar yang dirancang dengan sengaja dan sistematis seperti ini yang dianalisis berdasarkan kebutuhan sehingga dapat membantu dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.
Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization) adalah sumber belajar yang sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Sumber belajar yang dimanfaatkan ini awalnya tidak dirancang secara sengaja untuk keperluan. Contoh yang sederhana misalnya buku-buku pelajaran, gambar di majalah, berbagai model (tiruan) seperti hati, jantung, dan sebgainya adalah merupakan sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan pembelajaran.

D. Peranan Sumber Belajar dalam Belajar Individual
1. Pola komunikasi dalam belajar individual
Pola komunikasi dalam belajar individual sangat dipengaruhi oleh peranan sumber belajar yang digunakan dalam proses belajar. Titik berat dalam proses belajar mengajar adalah pada siswa sedangkan guru mempunyai peranan sebagai penunjang atau stimulator. Dengan demikian maka peranan sumber belajar sangat penting karena yang menentukan keberhasilan belajar adalah sumber belajar dan siswa bukan guru.
2. Tiga pendekatan yang berbeda dalam belajar individual
Belajar individual adalah tipe belajar yang berpusat pada siswa (student centered approach), sehingga dituntut peran dan aktivitas siswa secara utuh dan mandiri agar prestasi belajarnya tinggi. Dalam belajar individual ada tiga pendekatan atau cara belajar individual yang banyak dikenal dewasa ini, yaitu:
a. Sistem yang berinduk pada lembaga pendidikan (Institution Based).
Sekolah, akademi, Universitas, dan pusat latihan adalah contoh dari sistem pendidikan yang berpusat pada guru (teacher centred approach). Artinya keberhasilan pendidikan dan atau mutu pendidikan tergantung pada guru atau lembaga pendidikan tersebut. Tetapi sebetulnya lembaga pendidikan tersebut memungkinkan untuk dipadukan atau digunakan untuk menerapkan teknik belajar individual.
Contoh: Front line teaching method, dalam hal ini guru berperan untuk menunjukkan sumber belajar yang perlu dipelajari setiap harinya, tetapi guru jarang sekali mendiskusikan hasil belajarnya, yang didiskusikan adalah kesulitan-kesulitan tertentu saja. Siswa aktif melaporkan hasil belajarnya secara tertulis/lisan. Waktu untuk menyelesaikan studinya juga tergantug siswa.
b. Sistem local (Lokal System)
Model pendidikan ini lebih cenderung ke bentuk pendidikan non-formal (pendidikan orang dewasa dan latihan lanjutan). Contoh di Amerika adalah Community College. Sistem local ini sangat luwes, karena termasuk pendidikan terbuka. Pendidikan khususnya disediakan untuk masyarakat di sekitarnya atau bagi mereka yang bertempat tinggal jauh dan terisolasi serta bagi yang karena factor kesibukkan sehingga tidak dapat masuk ke pendidikan formal yang kaku.
c. Pendidikan jarak jauh (distance learning).
 Siswa boleh dikatakan hamper tidak pernah dating ke induk sekolah atau uiversitasnya,
 Sumber belajar utama dikirim melalui pos,
 Proses belajar lebih banyak dilakukan sendiri atau dengan cara membentuk kelompok dan segala masalah dipecahkan sendiri atau oleh kelompok (self help group).
 Proses dan sumber belajar tambahan diberikan melalui siaran TV, radio, dan telepon pendidikan.
 Contoh sumber belajar: buku, video interaktfe, CAI (Computer Assisted Invention), Audio-Visual Aids (AVA), dan bahan bacaan yang deprogram.
E. Apa fungsi sumber belajar?
Sumber belajar memiliki fungsi :
1. Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan: (a) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan (b) mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah.
2. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara: (a) mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional; dan (b) memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya.
3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara: (a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis; dan (b) pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
4. Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan: (a) meningkatkan kemampuan sumber belajar; (b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit.
5. Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu: (a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit; (b) memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
6. Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.
Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran peserta didik.

F. Apa kriteria memilih sumber belajar?
Dalam memilih sumber belajar harus memperhatikan kriteria sebagai berikut: (1) ekonomis: tidak harus terpatok pada harga yang mahal; (2) praktis: tidak memerlukan pengelolaan yang rumit, sulit dan langka; (3) mudah: dekat dan tersedia di sekitar lingkungan kita; (4) fleksibel: dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan; (5) sesuai dengan tujuan: mendukung proses dan pencapaian tujuan belajar, dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa.
G. Bagaimana memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar?
Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Lingkungan dapat memperkaya bahan dan kegiatan belajar. Lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar terdiri dari : (1) lingkungan sosial (2) lingkungan fisik (alam). Lingkungan sosial dapat digunakan untuk memperdalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan sedangkan lingkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari tentang gejala-gejala alam dan dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik akan cinta alam dan partispasi dalam memlihara dan melestarikan alam.
Pemanfaatan lingkungan dapat ditempuh dengan cara melakukan kegiatan dengan membawa peserta didik ke lingkungan, seperti survey, karyawisata, berkemah, praktek lapangan dan sebagainya. Bahkan belakangan ini berkembang kegiatan pembelajaran dengan apa yang disebut out-bond, yang pada dasarnya merupakan proses pembelajaran dengan menggunakan alam terbuka. Di samping itu pemanfaatan lingkungan dapat dilakukan dengan cara membawa lingkungan ke dalam kelas, seperti : menghadirkan nara sumber untuk menyampaikan materi di dalam kelas. Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berjalan efektif, maka perlu dilakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjutnya.


H. Bagaimana mengoptimalkan sumber belajar?
Banyak orang beranggapan bahwa untuk menyediakan sumber belajar menuntut adanya biaya yang tinggi dan sulit untuk mendapatkannya, yang kadang-kadang ujung-ujungnya akan membebani orang tua siswa untuk mengeluarkan dana pendidikan yang lebih besar lagi. Padahal dengan berbekal kreativitas, guru dapat membuat dan menyediakan sumber belajar yang sederhana dan murah.
III. Kesimpulan
Sumber belajar adalah salah satu komponen atau fungsi dari teknologi pendidikan. Yang dimaksud dengan sumber belajar adalah meliputi: message, , man, materials, devices, techniques, setting. Selanjutnya dalam rangka memilih sumber belajar, harus memperhatikan factor: tujuan, ekonomi, kepraktisan, kemudahan, dan fleksilitas. Sejauh mana efektivitas dan efisiensi sumber belajar hanya dapat diketahui dengan mengetahui dengan mengadakan evaluasi.










Daftar Pustaka
Daryanto, Belajar Mengajar,Yrama Widya, Bandung, 2010.
Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar, PT Bumi Aksara, Jakarta, 2004.
Soeharto, Karti, Teknologi Pembelajaran, Surabaya Intellectual Club, Surabaya 2003.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar